PENINGGALAN SEJARAH
Banyak kota-kota di Indonesia yang meninggakan sejarah dan aset-aset budaya yang harus kita abadikan, Berikut adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia:
Berikut adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di Indonesia:
A. Buku – Buku
1. Kitab Mahabarata, dikarang oleh Resi Wiyasa.
2. Kitab Ramayana, dikarang oleh Mpu Walmiki.
3. Arjuna Wiwaha, di karang oleh Mpu Kanwa (pada zaman kerajaan Airlangga, Kahuripan).
4. Kitab .Smaradahana, di karang oleh Mpu Darmaja (pada zaman Raja Kameswara I, Kediri.
5. Kitab Bharatayuda, dikarang oleh Mpu Sedah dan empu panuluh (pada jaman Raja Jaya Baya, Kediri).
6. Kitab Negarakertagama, dikarang oleh Mpu Prapanca (pada zaman Majapahit).
7. Kitab,Sotasoma, di karang oleh Mpu Tantular (pada zaman Majapahit).
B. Prasasti-Prasasti
1. Prasasti Muara Kaman, di tepi sungai Mahakam. Kalimantan Timur, tentang Kerajaan Kutai, didirikan kira-kira tahun 400 M
2. Prasasti Ciaruteun, di daerah Bogor, Jawa Barat.
3. Prasasti Kebon Kopi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
4. Prasasti Jambu, di daerah Bogor, JawaBarat.
5. Prasasti Pasir Awi, di daerah Bogor, Jawa Barat.
6. Prasasti Muara Cianten, di daerah Bogor, Jawa Barat.
7. Prasasti Tugu, di daerah Bogor, JawaBarat.
8. Prasasti Lebak, di daerah Bogor.Jawa Barat.
9. (Dari nomor 2 sampai dengan nomor 8 adalah prasasti-prasasti tentang Kerajaan Tarumanegara
10. Prasasti Kedukan Bukit (684 M), di dekat Palembang.
11. Prasasti Talang Tuo (684 M), di dekat Palembang.
12. Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang.
13. Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambu Hulu.
14. Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung selatan.
15. (Dari nomor 9 sampai dengan nomor 13 adalah prasasti-prasasti tentang kerajaan Sriwijaya).
16. Prasasti Dinoyo (760 M) dekat Malang, tentang kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan.
17. Prasasti Canggal (732 M) dekat Magelang, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Sanjaya.
18. Prasasti Kalasan (778 M) dekat Yogyakarta, tentang Kerajaan Mataram Hindu dengan Raja Rakai Panangkaran.
19. Prasasti Kedu (907 M), dari Raja Blitung, Kerajaan Mataram Hindu.
C. Candi – Candi
1. Candi Muara Tikus : di Jambi.
2. Candi Gunung Wukir : di Magelang, Jawa Tengah.
3. Candi Kalasan : di Yogyakarta.
4. Candi Condong songo : di Semarang, Jawa Tengah
5. Candi Mendut : di Magelang, Jawa Tengah
6. Candi &borobudur : di Magelang, Jawa Tengah
7. Candi Sewu : di Magelang, Jawa Tengah.
8. Candi Pawon : di Magelang. Jawa Tengah
9. Candi Sari : di Magelang, Jawa Tengah.
10. Candi Ngawen : di Magelang, Jawa Tengah
11. Candi Dieng : di Jawa Tengah.
12. Candi Prambanan : di Klaten, Jawa Tengah
13. Candi Padas : di Tampak Siring, Bali.
14. Candi Kidal : di Malang, Jawa Timur.
15. Candi Singosari : di Malang, Jawa Timur.
16. Candi Jago : di Malang, Jawa Timur.
17. Candi Sumberjati : di Blitar, Jawa Timur.
18. Candi Penataran : di Blitar, Jawa Timur.
19. Candi Sawentar : di Blitar. Jawa Timur.
20. Candi Surawana: di Pare, Jawa Timur.
21. Candi Tigawangi : di Pare. Jawa Timur.
22. Candi Bajangratu : di Mojokerto, Jawa Timur.
23. Candi Tikus : di Mojokerto, Jawa Timur.
24. Candi Waringin Lawang : di Mojokerto, Jawa Timur
25. Candi Cangkuwang : di Jawa Barat.
26. Candi Berahu : di Mojokerto, Jawa Timur.
27. Candi Jabung : di Kraksan, Jawa Timur.
28. Candi Raja Jongrang : di Klaten, Jawa Tengah.
29. Candi Ijo : di Kalimantan Selatan
D. Arca – Arca
1. Arca Buddha : di Candi Mendut.
2. Arca Rara Junggrang : di Candi Prambanan.
3. Arca Ken Dedes : di Candi Singasari.
4. Arca Airlangga: di Candi Belahan.
5. Arca Kertajasa : sebagai Harihara.
6. ArcaTribhuwana : di Candi Arimbi.
7. Arca Suhita : dari Kerajaan Majapahit.
8. Arc Gajah Mada : dari Kerajaan Majapahit.
9. Arca Ken. Arok : dari Kerajaan Singasari.
10. Arca Kartanegara : dari kerajaan singasari
E. Keraton / Istana Raja
1. Keraton Susuhunan, di Surakarta.
2. Keraton Mangkunegaran, diSurakarta.
3. Keraton Kasultanan, di Yogyakarta.
4. Keraton Paku Alam, di Yogyakarta.
5. Keraton Kasepuhan, di Cirebon.
6. Kanoman, di Cirebon.
7. Karaton Maimun, di Medan.
8. Istana Raja Goa, di Sulawesi Selatan.
9. Istana Raja Khungkung, di Bali.
F. Bangunan Mesjid
1. Mesjid Raya, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Mesjid Demak, di Demak, Jawa Tengah.
3. Mesjid Banten, Jawa Barat.
4. Mesjid Katangka, di Katangka, Sulawesi selatan.
5. Mesjid Azisi, di langkakt. Sumatra Utara.
6. Mesjid Sunan Ampel, di Surabaya, Jawa timur.
7. Mesjid Sunan Giri, di Gresik Jawa Timur.
8. Mesjid Istiqlal, di Jakarta.
G. Makam-Makam Peninggalan Sejarah.
1. Makam Raja - raja demak Demak, di Demak, Jawa Tengah.
2. Makam Raja - raja Mataram. di Imogiri.
3. Makam Raja - raja Mangkunegara, - di istana Giri Tengah.
4. Makam Maulana Malik Ibrahim, di Gresik, Jawa timur.
5. Makam Sunan Giri, di Gresik, Jawa Timur.
6. Makam Sunan Ampel, di Surabaya Jawa Timur.
7. Makam Raja - raja Banten, di Banten. Jawa Barat.
8. Makam Sunan Gunung J ati, di Cirebon.
9. Makam Sunan Kalijaga, di Kadilangi Demak, Jawa Tengah.
10. Makam Raja - raja Bugis, di Watang Lamuru. Katangga, Sulawesi Selatan.
11. Makam Raja - raja Goa. di Katangga, Sulawesi Selatan.
12. Makam Malikus Saleh, di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
H. Benteng - Benteng Bersejarah
1. Benteng, Inang Bale : di Aceh, Daerah Istimewa Aceh.
2. Benteng, Bonjol : di Bonjol Sumatra Barat
3. Benteng Duurstede : di Saparua, Maluku.
4. Benteng Surason : di Banten, JawaBarat.
5. Benteng Jagaraga : di Bali
6. Benteng Kastilia : di Saparua Maluku
7. Benteng Marlbouegh : di Bangkulu
8. Benteng Sombaupu : di Sulawesi Selatan
Kamis, 22 April 2010
NAMA MENTRI DI INDONESIA
Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II
1. Marsekal TNI Purn. Djoko Suyanto Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
2. Ir. Muhammad Hatta Radjasa Menko Bidang Perekonomian
3. Dr.R. Agung Laksono Menko Kesejahteraan Rakyat
4. Letjen TNI Purn. Sudi Silalahi Menteri Sekretaris Negara
5. Gamawan Fauzi Menteri Dalam Negeri
6. Dr. Raden Marty Muliana Natalegawa, M.Phil., B.Sc. Menteri Luar Negeri
7. Prof.Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.A.,M.Sc.,Ph.D. Menteri Pertahanan
8. Patrialis Akbar Menteri Hukum dan HAM
9. Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan
10. Darwin Zahedy Saleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral
11. Ir.M.S. Hidayat Menteri Perindustrian
12. Dr. Marie Elka Pangestu Menteri Perdagangan
13. Suswono Menteri Pertanian
14. Zukifli Hasan Menteri Kehutanan
15. Laksamana Madya Purn. Freddy Numberi Menteri Perhubungan
16. Dr.Ir. Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan
17. Muhaimin Iskandar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
18. Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.,H.E. Menteri Pekerjaan Umum
19. Endang Rahayu Setyaningsih Menteri Kesehatan
20. Prof.Dr.Ir. Mohammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional
21. Salim Seggaf Al Jufri Menteri Sosial
22. Suryadharma Ali Menteri Agama
23. Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
24. Tifatul Sembiring Menteri Komunikasi dan Informatika
25. Suharna Surapranata Menteri Riset dan Teknologi
26. Dr. Syarifuddin Hasan Menteri Negara Koperasi dan UKM
27. Gusti Muhammad Hatta Menteri Negara Lingkungan Hidup
28. Linda Amalia Sari, S.I.P. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
29. E.E. Mangindaan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi
30. Ahmad Helmi Faisal Zaini Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal
31. Prof.Dr. Armida S. Alisjahbana, S.E.,M.A. Meneg Perencanaan Pembangunan/Kepala BPPN
32. Dr. Mustafa Abubakar Menteri Negara BUMN
33. Suharso Monoarfa Menteri Perumahan Rakyat
34. Andi Mallarangeng Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
PEJABAT SETINGKAT MENTERI
35. Jenderal TNI Djoko Santoso Panglima TNI
36. Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri. Kapolri
37. Hendarman Supanji Jaksa Agung
38. Gita Irawan Wirjawan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
39. Jenderal Pol. Purn. Sutanto Kepala Badan Intelijen Negara
40. Kuntoro Mangkusubroto Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan
1. Marsekal TNI Purn. Djoko Suyanto Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
2. Ir. Muhammad Hatta Radjasa Menko Bidang Perekonomian
3. Dr.R. Agung Laksono Menko Kesejahteraan Rakyat
4. Letjen TNI Purn. Sudi Silalahi Menteri Sekretaris Negara
5. Gamawan Fauzi Menteri Dalam Negeri
6. Dr. Raden Marty Muliana Natalegawa, M.Phil., B.Sc. Menteri Luar Negeri
7. Prof.Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.A.,M.Sc.,Ph.D. Menteri Pertahanan
8. Patrialis Akbar Menteri Hukum dan HAM
9. Sri Mulyani Indrawati Menteri Keuangan
10. Darwin Zahedy Saleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral
11. Ir.M.S. Hidayat Menteri Perindustrian
12. Dr. Marie Elka Pangestu Menteri Perdagangan
13. Suswono Menteri Pertanian
14. Zukifli Hasan Menteri Kehutanan
15. Laksamana Madya Purn. Freddy Numberi Menteri Perhubungan
16. Dr.Ir. Fadel Muhammad Menteri Kelautan dan Perikanan
17. Muhaimin Iskandar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
18. Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.,H.E. Menteri Pekerjaan Umum
19. Endang Rahayu Setyaningsih Menteri Kesehatan
20. Prof.Dr.Ir. Mohammad Nuh Menteri Pendidikan Nasional
21. Salim Seggaf Al Jufri Menteri Sosial
22. Suryadharma Ali Menteri Agama
23. Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
24. Tifatul Sembiring Menteri Komunikasi dan Informatika
25. Suharna Surapranata Menteri Riset dan Teknologi
26. Dr. Syarifuddin Hasan Menteri Negara Koperasi dan UKM
27. Gusti Muhammad Hatta Menteri Negara Lingkungan Hidup
28. Linda Amalia Sari, S.I.P. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
29. E.E. Mangindaan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi
30. Ahmad Helmi Faisal Zaini Menteri Pemberdayaan Daerah Tertinggal
31. Prof.Dr. Armida S. Alisjahbana, S.E.,M.A. Meneg Perencanaan Pembangunan/Kepala BPPN
32. Dr. Mustafa Abubakar Menteri Negara BUMN
33. Suharso Monoarfa Menteri Perumahan Rakyat
34. Andi Mallarangeng Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
PEJABAT SETINGKAT MENTERI
35. Jenderal TNI Djoko Santoso Panglima TNI
36. Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri. Kapolri
37. Hendarman Supanji Jaksa Agung
38. Gita Irawan Wirjawan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
39. Jenderal Pol. Purn. Sutanto Kepala Badan Intelijen Negara
40. Kuntoro Mangkusubroto Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan
FAUNA DI INDONESIA

Fauna Indonesia memiliki keanekaragaman yang tinggi karena wilayahnya yang luas dan berbentuk kepulauan tropis[1]. Keanekaragaman yang tinggi ini disebabkan oleh Garis Wallace, membagi Indonesia menjadi dua area; zona zoogeografi Asia, yang dipengaruhi oleh fauna Asia, dan zona zoogeografi Australasia, dipengaruhi oleh fauna Australia[2]. Pencampuran fauna di Indonesia juga dipengaruhi oleh ekosistem yang beragam diantaranya: pantai, bukit pasir, estuari, hutan bakau, dan terumbu karang.
Masalah ekologi yang muncul di Indonesia adalah proses industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang tinggi, yang menyebabkan prioritas pemeliharaan lingkungan menjadi terpinggirkan[3]. Keadaan ini menjadi semakin buruk akibat aktivitas pembalakan liar, yang menyebabkan berkurangnya area hutan; sedangkan masalah lain, termasuk tingginya urbanisasi, polusi udara, manajemen sampah dan sistem pengolahan limbah juga berperan dalam perusakan hutan.
FLORA DI INDONESIA
Berikut ini adalah Daftar Flora Identitas Provinsi di Indonesia berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri No. 48 tahun 1989 tentang identitas flora masing-masing provinsi:
* DI Aceh (sekarang Nanggroe Aceh Darussalam) - Bunga Jeumpa (Michelia champaca)[1]
* Sumatera Utara - Kenanga (Cananga odorata)[2]
* Sumatera Barat - Pohon Andalas (Morus macroura)[3]
* Riau - Nibung (Oncosperma tigillarium)[4]
* Kepulauan Riau - Sirih (Piper betle)[5]
* Jambi - Pinang Merah (Cyrtostachys renda)[6]
* Sumatera Selatan - Duku (Lansium domesticum)[7]
* Bengkulu - Suweg Raksasa (Amorphophallus titanum)[8]
* Bangka Belitung - Nagasari (Palaquium rostratum)[9]
* Lampung - Bunga Ashar (Mirabilis jalapa)[10]
* Banten - Kokoleceran (Vatica bantamensis)[11]
* DKI Jakarta - Salak Condet (Salacca edulis)[12]
* Jawa Barat - Gandaria (Bouea macrophylla)[13]
* Jawa Tengah - Kantil (Michelia alba)[14]
* DI Yogyakarta - Kepel (Stelechocarpus burahol)[15]
* Jawa Timur - Sedap Malam (Polyanthes tuberosa)[16]
* Kalimantan Barat - Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera)[17]
* Kalimantan Selatan - Kasturi (Mangifera casturi)[18]
* Kalimantan Tengah - Tenggaring (Nephelium lappaceum)[19]
* Kalimantan Timur - Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)[20]
* Sulawesi Utara - Longusei (Ficus minahasae)[21]
* Gorontalo - Gofasa, Gupasa (Vitex cofassus)[22]
* Sulawesi Tengah - Eboni (Diospyros celebica)[23]
* Sulawesi Tenggara - Anggrek Serat (Dendrobium utile)[24]
* Sulawesi Barat - Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis)[25]
* Sulawesi Selatan - Lontar (Borassus flabellifer)[26]
* Bali - Majegau (Dysoxylum densiflorum)[27]
* Nusa Tenggara Barat - Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)[28]
* Nusa Tenggara Timur - Cendana (Santalum album)[29]
* Maluku - Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis)[30]
* Maluku Utara - Cengkeh (Syzygium aromaticum)[31]
* Papua Barat - Matoa (Pometia pinnata)[32]
* Papua - Buah merah (Pandanus conoideus)[33]
* Bekas provinsi Timor Timur (Timor Leste) - Ampupu (Eucalyptus urophylla)
* DI Aceh (sekarang Nanggroe Aceh Darussalam) - Bunga Jeumpa (Michelia champaca)[1]
* Sumatera Utara - Kenanga (Cananga odorata)[2]
* Sumatera Barat - Pohon Andalas (Morus macroura)[3]
* Riau - Nibung (Oncosperma tigillarium)[4]
* Kepulauan Riau - Sirih (Piper betle)[5]
* Jambi - Pinang Merah (Cyrtostachys renda)[6]
* Sumatera Selatan - Duku (Lansium domesticum)[7]
* Bengkulu - Suweg Raksasa (Amorphophallus titanum)[8]
* Bangka Belitung - Nagasari (Palaquium rostratum)[9]
* Lampung - Bunga Ashar (Mirabilis jalapa)[10]
* Banten - Kokoleceran (Vatica bantamensis)[11]
* DKI Jakarta - Salak Condet (Salacca edulis)[12]
* Jawa Barat - Gandaria (Bouea macrophylla)[13]
* Jawa Tengah - Kantil (Michelia alba)[14]
* DI Yogyakarta - Kepel (Stelechocarpus burahol)[15]
* Jawa Timur - Sedap Malam (Polyanthes tuberosa)[16]
* Kalimantan Barat - Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera)[17]
* Kalimantan Selatan - Kasturi (Mangifera casturi)[18]
* Kalimantan Tengah - Tenggaring (Nephelium lappaceum)[19]
* Kalimantan Timur - Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)[20]
* Sulawesi Utara - Longusei (Ficus minahasae)[21]
* Gorontalo - Gofasa, Gupasa (Vitex cofassus)[22]
* Sulawesi Tengah - Eboni (Diospyros celebica)[23]
* Sulawesi Tenggara - Anggrek Serat (Dendrobium utile)[24]
* Sulawesi Barat - Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis)[25]
* Sulawesi Selatan - Lontar (Borassus flabellifer)[26]
* Bali - Majegau (Dysoxylum densiflorum)[27]
* Nusa Tenggara Barat - Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)[28]
* Nusa Tenggara Timur - Cendana (Santalum album)[29]
* Maluku - Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis)[30]
* Maluku Utara - Cengkeh (Syzygium aromaticum)[31]
* Papua Barat - Matoa (Pometia pinnata)[32]
* Papua - Buah merah (Pandanus conoideus)[33]
* Bekas provinsi Timor Timur (Timor Leste) - Ampupu (Eucalyptus urophylla)
Sabtu, 17 April 2010
Sejarah Perumusan pancasila
Sejarah Perumusan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumusan-rumusan Pancasila
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
* Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
* Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
* Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
* Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
* Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
* Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
* Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
[sunting] Hari Kesaktian Pancasila
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gerakan 30 September
Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Rumusan-rumusan Pancasila
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
* Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[1]
* Panca Sila oleh Soekarno yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan; Internasionalisme; Mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.
Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
* Rumusan Pertama : Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
* Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar - tanggal 18 Agustus 1945
* Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
* Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
* Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)
[sunting] Hari Kesaktian Pancasila
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gerakan 30 September
Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.
Pancasila
Kata Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesi
Kata Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesi
Indonesia Berprestasi
Indonesia Berprestasi
Indonesia Berprestasi adalah sebuah blog yang didedikasikan untuk tanah air Indonesia. Blog Indonesia Berprestasi akan mengulas segala prestasi bangsa Indonesia yang dapat menginspirasi. Perlu dipahami di sini, bahwa yang kami maksudkan dengan prestasi tidaklah sempit pada prestasi dalam perlombaan kawan! Kami tidak ingin menyempitkan makna! Di mata kami, prestasi itu sangat luas..
Prestasi itu ketika kamu menginspirasi orang lain, sekecil apa pun itu
Prestasi itu ketika kamu telah membantu meringankan beban hidup masyarakat sekitarmu, sekecil apa pun itu
Prestasi itu ketika kamu yang saat ini adalah lebih baik daripada kamu yang dahulu..
Karena itu, prestasi adalah milik kita semua, kawan! If there is a will..
Maka, kami, tim Indonesia Berprestasi dengan semangat tinggi meluncurkan blog ini. Diharapkan, dengan adanya blog ini dapat tercipta tidak hanya sebuah direktori prestasi dari bangsa Indonesia tapi lebih dalam lagi dapat menjadi sebuah multi level inspiration yang menumbuhkan kebanggaan serta keinginan kuat untuk dapat membantu pengembangan Indonesia.
Karena, kami yakin, rakyat Indonesia mampu!
Indonesia Berprestasi!
Share it and feel it!
** Jika ada kisah prestatif dan inspiratif dari pemuda/pemudi/anak/bangsa Indonesia yang hendak dibagikan, silakan mengirimkan e-mail ke: prestasi.indonesia@gmail.com. Tim Indonesia Berprestasi akan menseleksi tulisan Anda untuk ditampilkan di blog ini. Kami menerima tulisan dalam dua kategori, yakni Profil Prestatif (kisah orang-orang yang menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari) dan Berita Prestatif (dapat berupa berita prestasi suatu insitutusi/individu dalam sebuah perlombaan atau berita kegiatan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam memajukan masyarakat sekitarnya)
Indonesia Berprestasi adalah sebuah blog yang didedikasikan untuk tanah air Indonesia. Blog Indonesia Berprestasi akan mengulas segala prestasi bangsa Indonesia yang dapat menginspirasi. Perlu dipahami di sini, bahwa yang kami maksudkan dengan prestasi tidaklah sempit pada prestasi dalam perlombaan kawan! Kami tidak ingin menyempitkan makna! Di mata kami, prestasi itu sangat luas..
Prestasi itu ketika kamu menginspirasi orang lain, sekecil apa pun itu
Prestasi itu ketika kamu telah membantu meringankan beban hidup masyarakat sekitarmu, sekecil apa pun itu
Prestasi itu ketika kamu yang saat ini adalah lebih baik daripada kamu yang dahulu..
Karena itu, prestasi adalah milik kita semua, kawan! If there is a will..
Maka, kami, tim Indonesia Berprestasi dengan semangat tinggi meluncurkan blog ini. Diharapkan, dengan adanya blog ini dapat tercipta tidak hanya sebuah direktori prestasi dari bangsa Indonesia tapi lebih dalam lagi dapat menjadi sebuah multi level inspiration yang menumbuhkan kebanggaan serta keinginan kuat untuk dapat membantu pengembangan Indonesia.
Karena, kami yakin, rakyat Indonesia mampu!
Indonesia Berprestasi!
Share it and feel it!
** Jika ada kisah prestatif dan inspiratif dari pemuda/pemudi/anak/bangsa Indonesia yang hendak dibagikan, silakan mengirimkan e-mail ke: prestasi.indonesia@gmail.com. Tim Indonesia Berprestasi akan menseleksi tulisan Anda untuk ditampilkan di blog ini. Kami menerima tulisan dalam dua kategori, yakni Profil Prestatif (kisah orang-orang yang menginspirasi dalam kehidupan sehari-hari) dan Berita Prestatif (dapat berupa berita prestasi suatu insitutusi/individu dalam sebuah perlombaan atau berita kegiatan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia dalam memajukan masyarakat sekitarnya)
Langganan:
Postingan (Atom)
